Laman

Kamis, 23 April 2015

Fakta dibalik Pidato Jokowi Banjir Pujian Ternyata Dikecilkan Anak Buahnya

Fakta dibalik Pidato Jokowi Banjir Pujian Ternyata Dikecilkan Anak Buahnya - Sebagian kalangan menilai, di balik pidato yang banjir pujian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), perannya sedang ingin dianggap kecil oleh anak buahnya.

‎"Saya melihat, berita pengakuan timnya sangat tidak lazim," kata politisi, Dradjad H Wibowo di Jakarta, Rabu (22/4/2015)‎
Dengan pengakuan terbuka seperti itu, tim Presiden terlihat ingin diberitakan bahwa karena kehebatan mereka lah, maka Presiden jadi terlihat bagus. ‎
"Ini secara tidak langsung merendahkan Presiden, tapi mengangkat tim yang menulis pidato tersebut. Dalam berita ditulis pengakuan Andi Wijayanto (AW) dengan menyebutkan peran dari nama-nama seperti LBP (Luhut B Panjaitan), Retno, AW, Rizal Sukma, dan lain-lain," katanya. 

Kehebatan staf
Di banyak negara, kata Dradjad, dirinya hampir tidak pernah melihat kehebatan staf dari seorang pemimpin politik diberitakan menonjol, sehingga mengaburkan kualitas sang bos. 
"Kita baru tahu peran rinci staf tsb setelah ybs pensiun. Bukan pada saat puncak acara di mana bosnya baru saja pidato. Sederhananya, saya melihat dari berita soal pidato itu bahwa Jokowi ini biasa-biasa saja, atau malah awam. Yang hebat adalah tim-nya," katanya.‎

Dalam berita yang diungkap Kompas.com, Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato yang berisi kritik dalam pembukaan Konferensi Asia-Afrika 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (22/4/2015).
Pidato Jokowi ini langsung mendapat sambutan meriah peserta KAA yang hadir.

Siapakah orang-orang yang menyusun pidato itu? 
Ternyata, pidato itu disusun sejak lama oleh tim yang dinamakan Tim Substantif. Isi tim itu adalah Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.
"Dibantu tim khusus yaitu Rizal Sukma, Sukardi Rinakit, Teten Masduki," ungkap Andi di sela-sela acara KAA 2015, Rabu.‎
Rizal Sukma adalah Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Sumber: http://wartakota.tribunnews.com
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar