Laman

Kamis, 23 April 2015

Ahok Akan Tangkap 400 Siswi SMA Pesta Bikini

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak bisa melarang para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat untuk meluapkan kegembiraannya saat lulus Ujian Nasional (UN).

Namun, harus ada etika yang harus tetap dijunjung tinggi. Apalagi, bentuk kegiatannya berbau asusila.

Hal ini menanggapi beredarnya sebum undangan pesta Splash After Class di media sosial.
Dimana para pelajar yang ingin datang kesana diwajibkan menggunakan dress code yaitu bikini summer dress.

"Oh nggak bisa dong kalau pesta bikini mah. Itu mah nggak bener kalo pesta bikini. Ditangkep. Itu ada Kitab Hukum Undang Pidana (KUHAP) karena asusilanya kok. Kalau bikini di Ancol boleh, sambil berenang boleh," kat Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (23/4).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan bahwa seharusnya mereka lebih memikirkan masa depan dengan mendaftarkan diri ke perguruan tinggi.

Kalau budaya seperti itu tidak cocok masuk ke perguruan tinggi. Sanksi sosial akan diberikan masyarakat kepada pelajar yang berani melakukan pesta bikini itu.
"Makanya kalau dia udah lulus, model kaya gitu ga usah kasih kuliah harusnya. Ngga bisa masuk negeri misalnya, disanksi. Saya kira diseluruh dunia sama kok," tuturnya.
Menurutnya, kalau itu sampai terjadi, maka dia akan menyiapkan hukuman yang tepat bagi para pelajar.

Menurutnya, penggunaan bikini harus di tempat yang tepat seperti pantai, atau ketika ingin berenang.
"Kalau terjadi ya kita cari hukumannya apa. Bikini boleh aja kalo mau di Ancol berenang. Tpi kalau pesta pake bikini mah keterlaluan," tuturnya.

Mengapa Megawati Semringah Ketika Komjen Budi Gunawan Jadi Wakapolri

Mengapa Megawati Semringah Ketika Komjen Budi Gunawan Jadi Wakapolri - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti akhirnya melantik Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Wakapolri, Rabu (22/4) siang, di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, menurut informasi, sangat mendukung kepemimpinan duet Badrodin Haiti-BG di Polri.

Mega juga terlihat semringah mengetahui mantan ajudannya itu dilantik menjadi orang nomor dua di Polri.

Menurut politisi PDIP Masinton Pasaribu, Mega tidak memberi reaksi berlebihan atas dilantiknya BG menjadi Wakapolri. Mega, kata Masinton, mendukung kepemimpinan Badrodin Haiti-BG.
"Wanjakti Polri sudah memilih calon Wakapolri Pak BG (Budi Gunawan) dilantik oleh Kapolri. Berkaitan dengan tuduhan bahwa BG menerima gratifikasi, sudah clean and clear," kata Masinton di Jakarta, Rabu (22/4).

Ia berharap Polri lebih profesional dalam penegakan hukum dengan adanya sinergi Kapolri dan Wakapolri yang baru.

Mengenai adanya kesan pelantikan BG ditutup-tutupi, Masinton melihat hal itu hanyalah masalah teknis belaka.

Fakta dibalik Pidato Jokowi Banjir Pujian Ternyata Dikecilkan Anak Buahnya

Fakta dibalik Pidato Jokowi Banjir Pujian Ternyata Dikecilkan Anak Buahnya - Sebagian kalangan menilai, di balik pidato yang banjir pujian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), perannya sedang ingin dianggap kecil oleh anak buahnya.

‎"Saya melihat, berita pengakuan timnya sangat tidak lazim," kata politisi, Dradjad H Wibowo di Jakarta, Rabu (22/4/2015)‎
Dengan pengakuan terbuka seperti itu, tim Presiden terlihat ingin diberitakan bahwa karena kehebatan mereka lah, maka Presiden jadi terlihat bagus. ‎
"Ini secara tidak langsung merendahkan Presiden, tapi mengangkat tim yang menulis pidato tersebut. Dalam berita ditulis pengakuan Andi Wijayanto (AW) dengan menyebutkan peran dari nama-nama seperti LBP (Luhut B Panjaitan), Retno, AW, Rizal Sukma, dan lain-lain," katanya. 

Kehebatan staf
Di banyak negara, kata Dradjad, dirinya hampir tidak pernah melihat kehebatan staf dari seorang pemimpin politik diberitakan menonjol, sehingga mengaburkan kualitas sang bos. 
"Kita baru tahu peran rinci staf tsb setelah ybs pensiun. Bukan pada saat puncak acara di mana bosnya baru saja pidato. Sederhananya, saya melihat dari berita soal pidato itu bahwa Jokowi ini biasa-biasa saja, atau malah awam. Yang hebat adalah tim-nya," katanya.‎

Dalam berita yang diungkap Kompas.com, Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato yang berisi kritik dalam pembukaan Konferensi Asia-Afrika 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (22/4/2015).
Pidato Jokowi ini langsung mendapat sambutan meriah peserta KAA yang hadir.

Siapakah orang-orang yang menyusun pidato itu? 
Ternyata, pidato itu disusun sejak lama oleh tim yang dinamakan Tim Substantif. Isi tim itu adalah Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.
"Dibantu tim khusus yaitu Rizal Sukma, Sukardi Rinakit, Teten Masduki," ungkap Andi di sela-sela acara KAA 2015, Rabu.‎
Rizal Sukma adalah Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Sumber: http://wartakota.tribunnews.com